JEMBATAN SEKRIKIL, DESTINASI WISATA TERBARU DI TEMANGGUNG
Posted in
Labels:
Central Java
|
at
17:07
![]() |
| Nampang sejenak di Jembatan Sekrikil |
Kekuatan media sosial (social media) semacam Facebook dan Instagram memang luar biasa. Banyak
tempat di Indonesia bahkan dunia jadi populer dan dikunjungi banyak orang
setelah foto-foto tempat tersebut tersebar di media sosial. Salah satunya
adalah Jembatan Sekrikil yang berada di Temanggung, Jawa Tengah. Gara-gara foto-foto cantik
Jembatan Sekrikil tersebar di Instagram, sekarang jembatan tersebut berubah
menjadi lokasi wisata dadakan yang membuat penasaran banyak oarng untuk segera
mengunjunginya termasuk saya.
![]() |
| Jembatan Sekrikil terlihat menawan dengan latar belakang Gunung Sumbing yang berdiri menjulang |
Nama asli Jembatan Sekrikil adalah Jembatan Gantung
Kali Galeh karena jembatan ini memang membentang di atas Sungai Galeh. Namun, di
kalangan netizen jembatan cantik ini lebih terkenal dengan sebutan Jembatan
Sekrikil atau Jembatan Sangkil (singkatan dari Sanggen-Sekrikil). Nama yang
nggak salah juga karena jembatan gantung ini memang menghubungkan Dusun
Sekrikil, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan dengan Dusun Sanggen,
Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Jembatan gantung yang
memiliki panjang 90 meter dan lebar 1,8 meter ini diresmikan langsung oleh Presiden
Joko Widodo pada tanggal 17 Juni 2017. Lantas, apa yang istimewa dengan Jembatan
Sekrikil sehingga ramai didatangi banyak orang?
![]() |
| Jembatan Sekrikil dilihat dari sisi Dusun Sanggen, Desa Gandurejo, Kec. Bulu |
Sebenarnya ada banyak jembatan gantung di Indonesia
selain Jembatan Sekrikil, tapi tidak begitu dikenal. Lantas, apa yang istimewa
dengan Jembatan Sekrikil sehingga ramai didatangi banyak orang? Tak lain adalah
panorama sekitar yang sangat menawan. Pada saat cuaca cerah, langit biru tanpa
awan (terutama di pagi hari), Anda bisa melihat Gunung Sumbing berdiri gagah di
belakang Jembatan Sekrikil. Tampak juga Gunung Sindoro yang menjulang tinggi di
kejauhan. Perpaduan jembatan gantung, sungai berair jernih, ladang tembakau,
dan gunung yang berdiri dengan anggun menciptakan panorama yang sangat
menakjubkan saat diabadikan dengan kamera. Tak heran kalau Jembatan Sekrikil
jadi destinasi wisata baru di Temanggung dan menjadi lokasi swafoto (selfie)
favorit para pengunjung.
![]() |
| Pengendara sepeda motor sedang melintas di atas Jembatan Sekrikil |
Nama tenar Jembatan Sekrikil juga membawa berkah
tersendiri bagi masyarakat sekitar. Karena ramainya pengunjung setiap akhir pekan
dan hari libur, masyarakat sekitar memanfaatkan momen tersebut dengan membuat
tempat parkir dan membuka warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Jadi,
Anda tak perlu takut kelaparan atau kehausan saat menyambangi Jembatan Sekrikil.
How to Get There
Untuk Mencapai Jembatan Sekrikil sangat mudah. Bila
Anda datang dari arah Semarang, Temanggung atau Yogyakarta, Anda tinggal
mengarahkan kendaraan menuju Parakan hingga tiba di Pasar Legi, Parakan. Dari pasar
tersebut, Anda bisa memilih gang mana saja yang mengarah ke kiri karena
semuanya bias menuju ke Jembatan Sekrikil. Dari Pasar Legi, Jembatan Sekrikil
hanya berjarak sekitar 400 meter. (Edyra)***
BERCENGKERAMA DENGAN SI IMUT TYTO ALBA DI DESA TLOGOWERU
Posted in
Labels:
Central Java
|
at
18:11
Desa Tlogoweru berada di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa ini berjarak sekitar 19 km dari Alun-alun Kota Demak atau sekitar 30 menit berkendara.
7 PANTAI TERINDAH DI PULAU ROTE
Posted in |
at
16:08
Pantai Leli
Inilah pantai cantik yang letaknya paling dekat
dari Ba’a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Ba’a
atau sekitar 10 menit berkendara. Lokasinya juga di pinggir jalan raya Trans
Rote sehingga mudah dicari. Pantai Leli berpasir putih (cream) dengan air laut hijau kebiruan. Di ujung barat pantai ini
terdapat sebuah bukit yang sering menjadi lokasi merumput sapi-sapi warga setempat.
Keunikan Pantai Leli adalah taburan batu karang beragam bentuk dan ukuran di
tengah lautnya, yang membuatnya semakin eksotis.
Pantai Tiang Bendera
Pantai Tiang Bendera juga berada tak jauh dari Kota
Ba’a, hanya sekitar 5 km. Sayangnya, jalan menuju pantai ini cukup buruk (2 km
berupa jalan tanah berbatu) dan lokasinya cukup tersembunyi tanpa disertai
rambu-rambu atau penunjuk arah sama sekali. Pantai Tiang Bendera merupakan
salah satu lokasi wisata di Pulau Rote yang sudah mendapat sedikit perhatian
dari pemerintah daerah berupa pembangunan beberapa lopo-lopo (gazebo) di
pinggir pantai. Pantai ini juga dihiasi beberapa batu karang yang cukup besar,
membuatnya mirip Tanah Lot di Bali. Dinamakan Tiang Bendera karena di kawasan
pantai tersebut terdapat sebuah tugu beton setinggi 2,5 meter yang berdiri di
atas pulau karang, di tengah laut. Konon katanya, tiang tersebut merupakan
tiang peninggalan Belanda, tempat mereka mengibarkan benderanya sebagai tanda
bahwa Pulau Rote merupakan wilayah jajahannya.
Pantai Nemberala
Inilah pantai andalan Pulau Rote yang tersohor
sampai ke mancanegara berkat kedahsyatan ombaknya. Tak heran kalau Pantai
Nemberala menjadi destinasi favorit para penggemar olahraga selancar (surfing) dari
berbagai penjuru dunia. Selain kedahsyatan ombaknya, Pantai Nemberala juga
cantik secara visual. Seperti pantai-pantai lainnya di Pulau Rote, Pantai
Nemberala juga berpasir putih dengan air laut hijau toska. Pantai ini dihiasi
jejeran pohon kelapa di pinggir pantainya membuatnya makin mempesona.
Pantai Tunggaoen
Pantai Tunggaoen berada tak jauh dari Pantai
Nemberala, sekitar 10 km jaraknya dari Pantai Nemberala . Keunikan pantai ini tak
lain berkat adanya sebuah batu karang berbentuk seperti kodok, di sebelah kanan
pantai, sedikit di tengah laut. Tak pelak lagi, batu karang tersebut membuat pantai
Tunggaoen semakin fotogenik.
Pantai Oeseli
Pantai Inaoe
Pantai Inaoe berada di pesisir selatan Pulau Rote,
tepatnya di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan,
Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Kota Ba’a (ibu kota
Kabupaten Rote Ndao), pantai ini berjarak 29 km atau sekitar 45 menit
berkendara. Sayangnya, belum ada kendaraan umum menuju Pantai Inaoe sehingga
kita harus naik ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Ba’a untuk mengunjunginya.
Pantai mungil nan cantik ini mendadak jadi viral di internet setelah ada
seorang warga mengunggah fotonya di media sosial. Secara visual, Pantai Inaoe yang oleh
warga lokal disebut Pantai Tolanamon terlihat sangat cantik dan unik. Pantainya
tersembunyi di sebuah teluk mungil yang menjorok jauh ke daratan dengan bibir
pantai yang berpasir putih sangat pendek, hanya sekitar 15 meter panjangnya.
Air lautnya sangat bening dengan warna bergradasi dari hijau toska di pinggir
pantai hingga biru tua di lautan lepas. Di sekeliling pantai terdapat
bukit-bukit kecil yang seperti mengepung Pantai Inaoe dan menyembunyikannya
dari dunia luar. Namun, keberadaan bukit-bukit tersebut justru semakin mempercantik
Pantai Inaoe. Dari bukit-bukit inilah, kita bisa melihat kecantikan Pantai
Inaoe.
Pantai Oesosole
PANTAI INAOE, PANTAI MUNGIL NAN CANTIK DI ROTE SELATAN
Posted in
Labels:
East Nusa Tenggara
|
at
20:08
![]() |
| Menikmati keindahan Pantai Inaoe yang sedang hits di media sosial |
Pulau Rote terkenal akan keindahan pantainya. Salah
satu pantai yang sedang menjadi trending
topic dan menarik perhatian banyak orang
akhir-akhir ini adalah Pantai Inaoe atau Tolanamon. Pantai mungil nan
cantik ini mendadak jadi viral di internet setelah ada seorang warga mengunggah
foto Pantai Inaoe di media sosial.
Pantai Inaoe berada di pesisir selatan Pulau Rote,
tepatnya di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan,
Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari Kota Ba’a (ibu kota
Kabupaten Rote Ndao), pantai ini berjarak 29 km atau sekitar 45 menit
berkendara. Sayangnya, belum ada kendaraan umum menuju Pantai Inaoe sehingga kita
harus naik ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Ba’a untuk mengunjunginya.
Saya beruntung dapat pinjaman sepeda motor
sehingga tak perlu susah-susah mencari kendaraan untuk mencapai Pantai Inaoe. Dari
Kota Ba’a, saya butuh waktu sekitar 45 menit untuk mencapai pantai ini. Sebenarnya
jalan menuju pantai ini cukup bagus dan mulus, tapi tak ada rambu-rambunya sama
sekali sehingga saya harus bertanya ke warga setempat setiap bertemu persimpangan
jalan. Dari Ba’a sampai Desa Inaoe yang berjarak sekitar 25 km jalannya
beraspal dan cukup bagus. Hanya di beberapa titik jalan rusak dan berlubang. Namun,
dari Desa Inaoe sampai Pantai Inaoe yang jaraknya 4 km kondisi jalan belum beraspal
dengan kontur jalan menurun yang sangat curam. Rem harus benar-benar pakem untuk
melewati jalan ini.
Tiba di tempat parkir Pantai Inaoe, suasana
sangat sepi, tak ada satu pun pengunjung lain. Meski hari masih pagi, cuaca
sangat panas karena tak ada satu pun pohon peneduh. Topi dan kaca mata hitam
adalah aksesoris yang wajib dibawa, ketika mengunjungi Pantai Inaoe.
Tanpa membuang waktu, saya segera berjalan
kaki menuju pantai yang jaraknya sangat dekat dari tempat parkir. Namun, saya
kecewa ketika melihat penampakan Pantai Inaoe dari dekat. Pantainya berada di
teluk kecil yang menjorok ke daratan dengan air laut yang warnanya tidak
menarik. Di beberapa tempat banyak sampah berserakan. Apalagi saat itu laut
sedang surut, sehingga pantai terlihat sangat tidak menarik. Sangat berbeda
dari foto-foto Pantai Inaoe yang saya lihat di berbagai media sosial, dengan air
lautnya yang berwarna hijau toska.
Saya sangat kecewa melihat Pantai Inaoe yang
tidak seindah foto-fotonya di internet. Namun, karena masih penasaran dengan Pantai
Inaoe yang terlihat sangat menawan di media sosial, saya berjalan menuju bukit
karang yang berada di sebelah barat pantai. Saya harus melewati beberapa lorong
kecil dan mendaki bukit kecil, hingga tibalah saya di atas bukit yang membuat
saya terpana. Dari bukit tersebut, terlihatlah pantai mungil yang sangat cantik
seperti yang terlihat di berbagai media sosial belakangan ini. Rupanya inilah
Pantai Inaoe yang sebenarnya, yang membuat saya penasaran selama ini.
![]() |
| Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah timur laut |
![]() |
| Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah tenggara |
Secara visual, Pantai Inaoe yang oleh warga lokal
disebut Pantai Tolanamon terlihat sangat cantik dan unik. Pantainya tersembunyi
di sebuah teluk mungil yang menjorok jauh ke daratan dengan bibir pantai yang
berpasir putih sangat pendek, hanya sekitar 15 meter panjangnya. Air lautnya
sangat bening dengan warna bergradasi dari hijau toska di pinggir pantai hingga
biru tua di lautan lepas. Di sekeliling pantai terdapat bukit-bukit kecil yang seperti
mengepung Pantai Inaoe dan menyembunyikannya dari dunia luar. Namun, keberadaan
bukit-bukit tersebut justru semakin mempercantik Pantai Inaoe. Dari bukit-bukit
inilah, kita bisa melihat kecantikan Pantai Inaoe.
![]() |
| Pantai Inaoe dilihat dari bukit sebelah utara |
![]() |
| Pantai Inaoe dilihat dari utara pinggir pantai sebelah utara |
Meski matahari terik menyengat, saya tetap
semangat menjelajah setiap lekuk Pantai Inaoe. Mulai dari bukit di sebelah
timur, utara hingga barat pantai, semua saya jelajahi. Tak lupa saya
bermain-main di area pasir putih Pantai Inaoe yang tak seberapa panjangnya. Kesimpulan
saya, dari sudut mana pun, Pantai Inaoe terlihat sangat menawan. Apalagi saat itu tak ada satu pun pengunjung lain selain saya, sehingga saya seperti berada di pantai pribadi yang menuat saya betah berlama-lama.
Tak heran kalau
Pantai Inaoe ngetop banget di media sosia belakangan ini. Soalnya Pantai Inaoe sangat cantik dan unik, membuat siapa pun yang melihatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.(Edyra)***
Subscribe to:
Posts (Atom)















