KENA CEKAL DI IMIGRASI BANDARA NGURAH RAI

Paspor, Boarding Pass, dan Kartu Imigrasi

Senangnya bisa liburan keluar negeri lagi. Apalagi tujuan liburan kali ini adalah Ha Long Bay, Vietnam (dengan mampir dulu di Bangkok). Destinasi wisata yang sudah saya impikan sejak lama. Pada tahun 2008, saya sudah berniat pergi ke Ha Long Bay, bahkan saya sudah membeli tiket pesawat Kuala Lumpur-Hanoi. Namun, saya tidak jadi terbang ke Hanoi gara-gara ketinggalan pesawat. Tiket pesawat seharga MYR 274,50 (sekitar Rp 856.000,00) pun melayang sia-sia. (Sebel banget deh, kalau ingat kejadian itu). Makanya kali ini saya tidak mau ketinggalan pesawat lagi. Saya berangkat ke Bandara Ngurah Rai, Bali lebih awal, yaitu pukul 09.45 WITA (padahal jadwal keberangkatan pesawat pukul 11.55 WITA), agar lebih tenang dan tidak perlu ngantri lama untuk check in. Kali ini, saya akan terbang langsung ke Bangkok dengan Air Asia (maskapai andalan para backpacker). Saya beruntung banget bisa mendapatkan tiket Denpasar-Bangkok-Denpasar dengan harga promo Rp 355.000,00 (tarif dasarnya Rp 0). Saya membeli tiket tersebut, sudah lama banget, yaitu Mei 2009.

Begitu sampai di bandara, saya langsung menuju check in counter Air Asia yang ternyata antriannya sudah cukup panjang. Selesai check in, saya langsung mengisi Kartu Imigrasi (Departure & Arrival Card) yang dibagikan oleh petugas check in Air Asia, untuk selanjutnya saya serahkan kepada petugas imigrasi. Selanjutnya, saya menuju Unit Pelayanan Fiskal Luar Negeri untuk meminta stempel dan stiker bebas fiskal. Karena sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak alias NPWP (warga negara yang baik nih), kalau mau jalan-jalan keluar negeri, saya tidak perlu membayar biaya fiskal yang besarnya mencapai Rp 2.500.000,00 (sejak 1 Januari 2009). Lumayan banget kan! Bisa menghemat biaya jalan-jalan. Setelah mendapat stempel dan stiker bebas fiskal, saya langsung bayar airport tax sebesar Rp 150.000,00. Inilah jeleknya sistem transportasi udara di Indonesia. Harga tiket pesawat belum termasuk airport tax. Padahal di luar negeri, airport tax sudah termasuk tiket pesawat. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi ngantri (yang kadang cukup menyita waktu), untuk bayar airport tax.

Check in sudah, bebas fiskal sudah, dan airport tax pun sudah. Tinggal minta stempel keberangkatan (departure) di counter imigrasi nih. Saya pun langsung menuju ke counter imigrasi, yang untungnya nggak perlu antri karena sedang sepi. Saya segera menyerahkan paspor, kartu imigrasi, dan boarding pass kepada petugas imigrasi. Setelah menggesek paspor saya dan melihat data di komnputer, petugas imigrasi bertanya kepada saya, “Sebelumnya pernah ada masalah nggak dengan paspor?” Saya jawab aja nggak pernah. Selama ini, saya memang nggak pernah mengalami masalah apapun dengan paspor saya. ”Paspor Anda kena cekal,” kata petugas imigrasi. Waduh! Ada apa, nih? Emangnya saya salah apa? Saya kan bukan buronan, koruptor ataupun teroris. Kok, paspor saya bisa kena cekal? Perasaan, beberapa kali saya keluar negeri, fine-fine aja tuh. Tidak ada masalah apapun dengan paspor saya. Saya balik bertanya kepada petugas imigrasi, “Kenapa saya dicekal Pak?” Petugas imigrasi menjawab, “Mungkin nama Anda sama dengan nama seorang yang termasuk dalam Daftar Cekal Imigrasi? Nah, lho. Aneh banget, kan? Masa gara-gara nama saya sama dengan nama seseorang yang termasuk dalam Daftar Cekal Imigrasi, langsung dicekal begitu saja. Emang segampang itu ya, untuk mencekal seseorang?

Saya berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya rada-rada panik. Untungnya petugas imigrasi tersebut baik. Dia tetap memberikan stempel keberangkatan di paspor saya, tetapi saya harus minta paraf dulu kepada supervisornya di ruang imigrasi Bandara Ngurah Rai. Dia menelepon supervisornya, kemudian menyuruh saya menuju ruangan supervisornya. Saya langsung menuju ruang imigrasi Bandara Ngurah Rai dan menyerahkan paspor saya ke petugas imigrasi yang ada di sana. Petugas imigrasi itupun bertanya kepada saya, kenapa saya dicekal, mau kemana tujuan saya, dan ada keperluan apa ke sana. Saya jawab aja, kalau saya nggak tahu kenapa tiba-tiba saya bisa kena cekal. Saya jelaskan juga kalau saya mau ke Bangkok untuk jalan-jalan. Kemudian, petugas imigrasi lainnya (mungkin bawahan supervisor tersebut), mengambil paspor saya dan membawanya masuk ke sebuah ruangan. Saya pun menunggu sambil harap-harap cemas.

Beberapa saat kemudian (nggak sampai 10 menit), petugas imigrasi mengembalikan paspor saya lengkap dengan paraf dari petugas imigrasi. Gott sei dank! Akhirnya beres juga paspor saya. Saya senang banget paspor saya nggak jadi dicekal. Padahal, saya sempet khawatir nggak bisa terbang dan batal liburan. Betapa sedih dan malunya saya kalau nggak jadi liburan. Soalnya teman-teman kantor sudah pada tahu kalau saya akan liburan ke Thailand dan Vietnam. Bahkan mereka sudah memesan oleh-oleh segala. Saya pun langsung menuju ruang tunggu keberangkatan (untuk menunggu boarding) dengan lega dan gembira. Jangan sampai terulang lagi deh, kejadian menyebalkan seperti ini. Floating Market (Thailand) dan Ha Long Bay (Vietnam) sudah menunggu nih. (edyra)***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

4 Response to "KENA CEKAL DI IMIGRASI BANDARA NGURAH RAI"

  1. feby septiany says:
    15 June 2015 at 04:04

    Kenapa paspor saya di cekal dan gak bisa di urus lagi..gi mana solusinya untuk pengurusan paspor yg di cekal

  2. feby septiany says:
    15 June 2015 at 04:04

    Kenapa paspor saya di cekal dan gak bisa di urus lagi..gi mana solusinya untuk pengurusan paspor yg di cekal

  3. Edyra Guapo says:
    15 June 2015 at 08:34

    Paspor Anda dicekal karena apa? Kalau sudah tahun sebabnya, mungkin saya bisa memberi saran.

  4. Christian Radjali says:
    27 August 2016 at 15:50

    saya mau tanya ttg pencekalan bisa sms saya ke 0816238238. makasih pak

Post a Comment