EDINBURGH, IBU KOTA SKOTLANDIA NAN JELITA

Berfoto di Calton Hill dengan background Nelson Monument dan National Monument


Sehari menjelang keberangkatan saya ke Inggris, seorang teman yang pernah tinggal di Inggris mewanti-wanti saya, “Jangan lupa ke Edinburgh, ya! Kotanya cantik banget! Rugi kalo nggak ke sana!” Sebenarnya saya tidak ada rencana mengunjungi Edinburgh, tapi gara-gara provokasi teman tersebut, saya pun tertarik berkunjung ke sana. Iseng-iseng saya pun browsing tiket pesawat London - Edinburgh di internet. Ternyata tidak ada tiket promo untuk rute London - Edinburgh. Tujuan pun saya ubah ke kota tetangganya, Glasgow, karena kota ini jaraknya cukup dekat dari Edinburgh (hanya sekitar satu jam naik bus). Untungnya masih tersedia tiket promo. Untuk rute London - Glasgow, saya beruntung masih bisa mendapat tiket promo yang sangat murah, GBP 26,99 (sekitar Rp 353.300,00) dengan pesawat Easy Jet, sedangkan rute Edinburgh - London saya memilih terbang bersama Flybe dengan harga yang lumayan murah (walaupun nggak murah-murah banget), £ 36,99 (sekitar Rp 525.300,00). Tanpa pikir panjang, langsung saya beli tiket tersebut. Kalau tidak saya beli saat itu juga, takutnya saya kehabisan tiket promo, dan harganya jadi melambung tinggi. Sebenarnya bisa saja ke Edinburgh naik bus atau kereta api. Namun, kalau beli tiketnya mendadak, harga tiket bus/kereta juga mahal, bahkan bisa lebih mahal dari tiket pesawat. Karena itu, untuk amannya, saya beli saja tiket pesawat tersebut.


Ternyata, ucapan teman saya bahwa Edinburgh sangat cantik benar adanya. Ibu kota Skotlandia ini memang luar biasa cantik. Baru saja keluar dari Terminal Bus Edinburgh, saya sudah disuguhi pemandangan gedung-gedung tua yang menakjubkan di sekeliling St. Andrew Square. Di tengah alun-alun (square), berdiri gagah Melville Monument, yang dibangun pada tahun 1821. Di sekitar monumen, banyak bunga sakura berwarna merah muda yang tengah bermekaran. Kedatangan saya di Edinburgh, memang bertepatan dengan awal musim semi sehingga bunga-bunga cantik tengah bermekaran di mana-mana. Saya berhenti sejenak, sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling St. Andrew Square. Luar biasa! Meski saat itu cuaca sedang mendung, Edinburgh tetap memikat. Saya membayangkan, bila cuaca sedang cerah dengan langit biru, pasti Edinburgh jauh lebih indah. Sungguh kesan pertama yang sangat menggoda.


Scott Monument

Scott Monument
Tiba di Princes Street, salah satu jalan protokol di Edinburgh yang letaknya di sebelah selatan St. Andrew Square, saya semakin takjub dan tak bisa berkata-kata. Tak jauh dari tempat saya berdiri, ada sebuah monumen bergaya Gothic yang tinggi menjulang. Monumen tua tersebut berada di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga indah, yaitu Princes Street Garden. Saya terpaku menatap kemegahan Scott Monument. Monumen setinggi 61 meter yang dibangun pada tanggal 15 Agustus 1840 ini masih berdiri dengan gagahnya, dan selalu menyedot perhatian siapa saja yang baru tiba di Edinburgh. Scott Monument dibangun untuk mengenang Sir Walter Scott, salah seorang sastrawan terkemuka dari Edinburgh. Di monumen itu tampak Patung Sir Walter Scott sedang duduk sambil membaca buku dan memegang pena. Di sampingnya, duduk anjing kesayangannya, Maida. Patung yang terbuat dari batu marmer Italia ini, ukurannya dua kali ukuran manusia. Dengan membayar £ 2,50 kita bisa masuk ke monumen karya George Meikle Kamp ini. Jika punya energi lebih, tak ada salahnya meniti 287 anak tangga hingga ke dek monumen. Dari tempat tersebut, Anda akan mendapat hadiah berupa panorama Edinburgh yang menakjubkan.


Gedung-gedung cantik di Royal Mile

Royal Mile yang Menyihir
Setelah check in dan meletakkan tas di hotel yang letaknya di samping Edinburgh Waverley Station, saya segera berjalan ke arah atas menuju Royal Mile, salah satu sudut tercantik Edinburgh. Royal Mile merupakan sebuah jalan yang membentang di Kawasan Old Town (Edinburgh bagian atas), yang menghubungkan Edinburgh Castle dengan Palace of Holyrood House. Edinburgh terbagi dalam dua zona, yaitu kota lama (old town) di bagian atas dan kota baru (new town) di bagian bawah, yang dipisahkan Princes Street Garden. Sebagian besar turis biasanya memulai perjalanannya dari kota tua dengan landmark-nya Ediburgh Castle. Di kawasan kota tua terdapat sejumlah nama jalan yang merupakan bagian dari Royal Mile, yaitu Castlehill, Lawnmarket, High Street, Canongate, dan Abbey Strand. Royal Mile sangat istimewa karena jalan ini terbuat dari cobble stone, dan di kanan kirinya penuh dengan bangunan cantik berusia ratusan tahun yang masih terpelihara dengan baik. Mungkin tidak ada seorang pun turis yang tidak menjejakkan kakinya di Royal Mile sewaktu mengunjungi Edinburgh.


Toko Souvenir di Royal Mile

Melintasi Royal Mile yang sarat bangunan kuno, saya seperti tersihir. Saya seolah diajak menyeberang ke lintasan waktu tahun 1700-an, bahkan di belakangnya. Saya dikepung begitu banyak bangunan tua nan indah dengan arsitektur yang menawan. Berbagai bangunan tua tersebut saling berhimpitan dengan lorong yang sempit dan jalan berundak mengikuti kontur tanah. Mulai dari Edinburgh Dungeon, Camera Obscura, Scotch Whiskey Experience, St. Giles Cathedral, hingga City Chambers. Semuanya masih berdiri kokoh dan terlihat indah. Selain itu, di Royal Mile juga bertebaran restoran, kafe, dan toko souvenir yang menjual berbagai barang lucu khas Skotlandia. Bila Anda ingin membeli rok kotak-kotak khas Skotlandia (Tartan Kilt), Royal Mile-lah tempatnya. Selain Tartan Kilt, masih banyak cindera mata/oleh-oleh khas Skotlandia lainnya, antara lain : kaos, syal, topi, gantungan kunci, kartu pos, dan magnet kulkas. Silakan Anda pilih sesuai dengan selera dan kantong Anda.

Rok Kotak-Kotak Khas Skotlandia (Tartan Kilt)
Berbicara mengenai Tartan Kilt, ternyata ada cerita menarik di balik motif kotak-kotak uniknya. Rupanya, beragam motif Tartan Kilt menunjukkan asal klan (marga) Orang Skotlandia. Setiap klan memiliki warna dan motif kain tartan yang berbeda. Misalnya warna tartan Klan Wallace adalah kotak-kotak merah hitam dengan garis kuning. Sementara itu, logonya bertuliskan “Pro Libertate” yang berarti “For Liberty.” Sebagai informasi, Skotlandia memiliki lebih dari seratus klan. Kebayang kan, jumlah motif tartan yang ada? Untuk mengetahui lebih jauh tentang klan yang ada di Skotlandia (Scottish Clan), termasuk jenis tartan yang dimilikinya, Anda dapat melihatnya di situs www.ancestralscotland.com. Di situs itu, Anda bisa memasukkan nama tertentu untuk mengecek apakah nama tersebut merupakan klan bangsa Skotlandia atau bukan. Jika merupakan Klan Skotlandia, akan terdapat uraian tentang sejarah klan tersebut, daerah asal, serta motif dan warna tartan yang digunakannya.

Edinburgh Castle

Edinburgh Castle
Kunjungan ke Edinburgh tidak akan lengkap tanpa melihat dari dekat Edinburgh Castle. Kastil yang dibangun pada awal abad XII di atas pondasi batu cadas ini melambangkan semangat perjuangan Bangsa Skotlandia dan merupakan pusat Kerajaan Skotlandia pada masa lalu. Kastil ini mengalami beberapa kali masa kehancuran dan pembangunan kembali hingga tampak wujud akhirnya seperti yang dapat Anda saksikan saat ini. Dari atas Edinburgh Castle, Anda dapat melihat pemandangan Kota Edinburgh secara keseluruhan, sehingga kastil ini juga berfungsi sebagai basis pertahanan pada masa lalu. Sampai sekarang, masih ada beberapa meriam peninggalan abad XIX di sekitar benteng kastil. Yang paling terkenal adalah Meriam Mons Meg seberat 6 ton yang berasal dari abad XIV. Meriam ini sekarang disimpan di Castle Vault untuk kepentingan perawatan.


Pemandangan Kota Edinburgh dilihat dari Edinburgh Castle

Beberapa bangunan yang terdapat di dalam kompleks Edinburgh Castle antara lain : Gatehouse yang dibangun antara tahun 1886-1888, Governor’s House (1742) yang dulunya berfungsi sebagai kediaman resmi Kepala Kastil, dan Chapel of St. Margaret-bangunan tertua di lingkungan kastil-dibangun oleh King David I pada masa 1124-1153, sebagai penghormatan untuk ibundanya, Saint Margaret yang wafat pada tahun 1093.

Edinburgh Castle dilihat dari West Princes Street Garden

Selain itu, ada beberapa bangunan utama yang terletak di Crown Square, seperti : Royal Palace, Great Hall, Queen Anne Building dan Scottish National War Memorial. Beberapa pusaka Kerajaan Skotlandia seperti mahkota dan pedang kerajaan juga disimpan dengan baik di dalam istana yang terdapat di dalam Edinburgh Castle tersebut. Untuk mengenang para pejuang Skotlandia yang tewas dalam perang dunia pertama, barak bagian utara yang terletak di Crown Square diubah menjadi Scottish National War Memorial yang diresmikan pada tahun 1927. Gedung ini kemudian juga menjadi museum perjuangan untuk mengenang para pejuang yang gugur dalam perang dunia kedua. Di dalam Great Hall dan Royal Palace, Anda dapat menyaksikan diorama sejarah bangsa Skotlandia dan beberapa peninggalan bersejarah lainnya. Di dalam kompleks Edinburgh Castle juga terdapat toko souvenir yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Skotlandia, seperti jaket, handuk, syal, dasi, dan topi dengan motif kotak-kotak.


Palace of Holyroodhouse

Satu tempat menarik lagi yang harus dikunjungi ketika berlibur di Edinburgh adalah Palace of Holyroodhouse, istana tempat kediaman resmi Raja dan Ratu Skotlandia di masa lalu. Sembilan abad lalu (1128), King David I mengambil alih bangunan biara ini untuk dijadikan tempat tinggalnya. Dia memilih bangunan di dataran rendah dengan taman yang luas sebagai tempat tinggalnya. Padahal raja-raja zaman dahulu umumnya tinggal di kastil yang berada di perbukitan tinggi. Salah seorang ratu yang pernah tinggal di Palace of Holyroodhouse (dari tahun 1561 - 1567), dengan kehidupan yang dianggap fenomenal adalah Mary, Queen of Scots. Ia menikah lebih dari dua kali dan sempat membuat kehebohan karena sekretaris pribadinya, seorang pria bernama David Rizzio, dibunuh oleh suaminya karena cemburu.


Palace of Holyroodhouse



Palace of Holyroodhouse menjadi saksi sejarah gejolak Skotlandia. Mulai dari monarki dari masa ke masa, saat Skotlandia bergabung dengan Kerajaan Inggris, dan sampai akhirnya Skotlandia memiliki pemerintahan sendiri pada tahun 1999. Kini, ketika tak ada lagi raja yang memerintah di Skotlandia, Palace of Holyroodhouse difungsikan sebagai tempat jamuan acara kenegaraan. Istana ini juga terbuka untuk turis yang ingin mengagumi keindahan dan kemegahannya.



Calton Hill

Jika di sisi barat Skotlandia ada Castle Hill alias bukit tempat bercokolnya Edinburgh Castle, di sisi timur Kota Edinburgh juga ada bukit yang tak kalah cantiknya dengan Castle Hill, yaitu Calton Hill. Saking cantiknya Calton Hill, saya mengunjunginya sampai dua kali. Kunjungan pertama adalah di hari pertama kedatangan saya di Edinburgh. Karena sore itu cuaca sedang mendung dan saya belum mendapatkan foto-foto yang memuaskan, saya berencana datang kembali ke Calton Hill keesokan harinya. Kunjungan kedua adalah pagi hari berikutnya. Saya sengaja mendaki Calton Hill di pagi hari supaya bisa melihat panorama Kota Edinburgh dari atas yang sedang tertimpa cahaya matahari pagi di musim semi. Tentunya sangat indah memotret Kota Edinburgh yang penuh dengan bangunan-bangunan tua nan cantik dari ketinggian. Apalagi di Calton Hill juga terdapat beberapa monumen tua yang sangat indah. Pasti akan semakin memperindah foto-foto saya.


Dugald Stewart Monument dan panorama Kota Edinburgh dilihat dari Calton Hill


Tiga monumen yang paling menarik di Calton Hill adalah National Monument, Nelson’s Monument, dan Dugald Stewart’s Monument. National Monument bentuknya mirip Kuil Parthenon di Athena, Yunani tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Monumen inilah yang menjadikan Edinburgh mendapat julukan “Athena dari Utara” (Athens of The North). Sedangkan Nelson’s Monument bentuknya tinggi bulat mirip sebuah tugu. Yang paling sering menjadi objek foto para turis adalah Dugald Stewart’s Monument. Berfoto di depan monumen ini, Anda akan mendapat dua latar belakang (background) sekaligus, yaitu Dugald Stewart’s Monument dan panorama Kota Edinburgh di kejauhan. Hasilnya sebuah foto cantik bak lukisan sang maestro.


National Monument yang mirip Kuil Parthenon di Athena, Yunani



Saya pun tak henti-hentinya menekan tombol rana kamera untuk mengabadikan kecantikan Edinburgh. Meski pagi itu langit agak mendung, Kota Edinburgh tetap menawan. Deretan gedung tua berwarna coklat dan kelabu terlihat di berbagai penjuru kota Edinburgh. Kontur tanah yang tidak rata (berbukit-bukit) membuat Edinburgh semakin terlihat cantik dan mempesona. Saya benar-benar terpana menyaksikan panorama Edinburgh dari Calton Hill. Memang tidak salah bila Edinburgh dinobatkan sebagai kota tercantik se-Inggris Raya. Setiap sudut kota ini benar-benar mempesona dan membuat jatuh cinta siapa saja yang mengunjunginya. Saya sudah membuktikannya. 

Getting There
Banyak jalan menuju Edinburgh dari London. Anda bisa naik bus, kereta api atau pesawat. Perjalanan paling cepat tentunya dengan naik pesawat. Sekarang ini, banyak pesawat murah (budget airline) yang melayani rute London - Edinburgh dan sebaliknya. Di antaranya adalah Easy Jet (www.easyjet.com), Flybe (www.flybe.com), dan Ryan Air (www.ryanair.com). Kalau Anda pesan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, Anda bisa mendapat tiket promo yang sangat murah, bahkan bisa lebih murah daripada tiket bus atau kereta api.

Perjalanan dengan bus akan memakan waktu delapan sampai sepuluh jam. Bus akan berangkat dari Victoria Coach Station, London dan berhenti di Edinburgh Bus Station. Banyak bus yang melayani rute London - Edinburgh dan sebaliknya. Dua perusahaan bus yang paling terpercaya adalah National Express (www.nationalexpress.com) dan Megabus (www.megabus.com). Tiket bus bisa Anda beli secara on line di situs bus masing-masing. Semakin cepat Anda booking, semakin besar kemungkinan Anda akan mendapatkan harga tiket yang murah.

Kalau Anda memilih naik kereta api, perjalanan akan memakan waktu sekitar lima jam. Kereta akan berangkat dari London King’s Cross St. Pancras Station atau London Euston Station, dan berhenti di Edinburgh Waverley Station. Untuk mengetahui jadwal dan harga tiket kereta ke Edinburgh, Anda bisa membuka situs www.eastcoasts.co.uk atau www.scotrail.co.uk. Anda juga bisa membeli tiket secara on line di situs tersebut. Sama seperti tiket bus, sebaiknya Anda booking jauh-jauh hari sebelum keberangkatan agar bisa mendapatkan harga tiket yang murah. Anda bisa membeli tiket kereta menjelang keberangkatan, tapi dengan risiko akan mendapatkan harga tiket yang sangat mahal. Harga tiket biasanya membengkak sampai dua kali lipat.(edyra)***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "EDINBURGH, IBU KOTA SKOTLANDIA NAN JELITA"

Post a Comment