ASYIKNYA MENGINAP GRATIS DI LONDON



Hang out bersama Marrion, Sonia dan Nick di tepi Sungai Hackney

Betapa beruntungnya saya bisa menginap gratis di London selama seminggu. Saya bisa jalan-jalan keliling London dan sekitarnya tanpa harus mengeluarkan biaya akomodasi. Ini terjadi berkat kebaikan hati kebaikan hati seorang teman backpacker bernama Sonia Mimouni, Gadis Perancis yang tinggal di Hackney, London. Sebenarnya saya di London selama dua minggu lebih (sejak kedatangan sampai kembali ke Indonesia), tetapi separuhya saya gunakan untuk jalan-jalan ke Skotlandia dan Maroko. Jadi, total saya berada di Rumah Sonia adalah seminggu.

Saya mengenal Sonia ketika sedang mengantri di Kantor Imigrasi Aranyaprathet Thailand (perbatasan dengan Kamboja),tanggal 9 Agustus 2008. Saat itu, Sonia berdiri di depan saya. Karena antrian cukup panjang, saya pun mengajak ngobrol Sonia yang ternyata berasal dari Perancis tetapi tinggal di London. Tak lupa kami saling bertukar alamat email dan Facebook. Sonia juga menawari saya untuk menginap di rumahnya di London, kalau nanti jalan-jalan di London. Tawaran yang menyenangkan bukan?

Tiga tahun berselang, tepatnya April 2011, saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke London. Sebelum berangkat, saya pun menghubungi Sonia via email dan mengutarakan niat untuk menginap di rumahnya. Dengan senang hati, Sonia mengizinkan saya menginap di rumahnya. Dia memberi alamat lengkap rumahnya dan nomor ponselnya. Dia meminta saya menghubunginya lagi, bila waktu keberangkatan saya ke London sudah dekat.

Sehari sebelum keberangkatan, saya memberi tahu Sonia via email jadwal kedatangan saya di London. Harapan saya, Sonia bisa menjemput saya di bandara atau di tempat lain di London yang gampang dicari. Sayangnya, saya lupa memberi tahu Sonia, bandara tempat saya mendarat. Saya lupa kalau bandara di London itu ada lima buah. Jadi, saya tidak memberi tahu bandara tempat saya akan mendarat. Sialnya, ketika mendarat di London Stansted Airport, baterai ponsel saya habis. Parahnya lagi saya tidak membawa ponsel lain. Mau menghubungi Sonia lewat internet, saya tidak punya uang Pound pecahan kecil. Padahal saat itu sudah lewat tengah malam. Untunglah sebelumnya saya sudah pesan hotel lewat internet untuk jaga-jaga. Setelah mendapat Peta London gratisan di kounter informasi dan tahu bus yang menuju Victoria Bus Station, saya pun naik bus menuju pusat Kota London.
London Victoria Station

Karena sampai di London dinihari, saya kebingungan arah (disorientasi). Saya harus putar-putar cukup lama untuk mencari alamat hotel saya. Saya juga nanya orang sampai beberapa kali untuk menemukan alamat hotel saya. Setelah satu jam lebih putar-putar, akhirnya saya bisa menemukan hotel saya. Ternyata hotel saya berada tak begitu jauh dari Victoria Bus Station seperti yang tercantum di internet. Saya salah arah, sehingga harus berjalan cukup jauh menuju hotel. Untungnya Kota London aman, sehingga saya tak mengalami kejadian buruk apa pun walaupun harus berjalan sendirian di pagi buta (dinihari).
Bus No.38, dengan rute Victoria Bus Station - Clapton Pond (Hackney)

Keesokan harinya, saya mencoba menghubungi Sonia via email dan ponsel tapi tak ada jawaban. Hari kedua di London, saya baru berhasil menghubungi Sonia. Dia minta maaf tidak bisa menjemput saya karena tidak tahu bandara tempat saya mendarat. Dia juga meminta saya segera check out dari hotel dan pindah ke rumahnya. Dia memberi tahu bus yang harus saya naiki untuk menuju rumahnya di daerah Hackney dan dia akan menjemput saya di halte terdekat.
 Rumah Sonia di Hackney, London

Begitu tiba di halte, saya menelpon Sonia. Dan Alhamdulillah, dia benar-benar menjemput saya di halte tersebut. kami langsung jalan kaki ke rumahnya yang berada tak jauh dari halte tersebut. Rumah Sonia terdiri dari tiga lantai dan terbuat dari bata merah terbuka seperti rumah-rumah di London kebanyakan. Di rumah tersebut, Sonia tinggal bersama kekasihnya (Nick Toladay) dan dua orang temannya. Saya disuruh tinggal di kamar kekasihnya karena Nick akan pulang ke rumahnya di Oxford untuk liburan. Saya diberi kunci rumah agar bebas keluar masuk rumah sepulang jalan-jalan. Saya juga diajak jalan-jalan ke tempat-tempat hang out di sekitar London yang tidak diketahui turis.
Clapton Pond Park

Saya benar-benar beruntung bisa tinggal di rumah Sonia. Saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya akomodasi di London yang terkenal sebagai kota mahal. Bahkan saya bisa jalan-jalan ke Skotlandia dan Maroko tanpa harus kerepotan bawa ransel besar karena saya meninggalkan ransel saya di rumah Sonia. Asyiknya lagi, saya punya banyak teman baru yang baik-baik, yang siap menerima kedatangan saya lagi di London, kapan pun saya mau. (edyra)***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

2 Response to "ASYIKNYA MENGINAP GRATIS DI LONDON"

  1. Nihayatur Rohmah says:
    16 September 2015 at 10:30

    Hello kak, boleh share pengalaman lain tentang london? saya tunggu ya, fb id saya niha_alif
    thanks

  2. Edyra Guapo says:
    16 September 2015 at 16:58

    Sebenarnya banyak pengalaman seru lainnya di London tapi nggak sempat nulis semua.

Post a Comment