SENANGNYA MELIHAT ARTIKEL DIMUAT DI MAJALAH

Saya benar-benar nggak menyangka kalau akhirnya tulisan saya tentang jalan-jalan (traveling) bisa dimuat di berbagai majalah nasional hampir tiap bulan. Padahal, awalnya saya hanya iseng-iseng mengirimkan tulisan ke sejumlah media cetak, baik koran atau majalah. Nggak tahunya keterusan sampai sekarang. Setiap kali pulang dari jalan-jalan, saya menuliskan cerita/pengalaman tersebut menjadi sebuah artikel, lalu mengirimkannya ke majalah. 

Awal mula saya mengirimkan tulisan ke media massa, tak lain adalah berkat dorongan teman saya, Mbak Ussy. Dulunya, dia adalah kontributor lepas berbagai majalah dan surat kabar nasional. Mengetahui saya suka jalan-jalan, dia menyarankan saya untuk menulis cerita hasil jalan-jalan dan mengirimkannya ke beberapa majalah. Selain itu, saya juga terinspirasi oleh beberapa traveler lain yang tulisannya rajin menghiasi berbagai majalah traveling yang sering saya baca. Kayanya bangga banget bila tulisan dimuat di majalah. Syukur-syukur tulisan tersebut bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. 

Perjuangan untuk menembus media massa, tak semudah membalikkan telapak tangan. Awalnya, tulisan saya dicuekin beberapa majalah. Saya tunggu berminggu-minggu, tak ada respon/balasan apapun dari redaksi majalah yang saya kirimi tulisan. Saya sempat down dan nggak PD mengetahui hal ini. Jangan-jangan tulisan saya nggak layak masuk majalah. Atau karena saya bukan siapa-siapa (belum punya nama). 

Namun saya tidak menyerah. Saya mempunyai keyakinan dalam hati, bahwa suatu hari nanti tulisan saya akan dimuat di majalah, entah cepat atau lambat. Saya membaca ulang dan mengedit lagi tulisan-tulisan saya dan mengirimkannya kembali ke beberapa majalah, baik yang sudah pernah saya kirimi tulisan maupun belum. 

Alhamdulillah, perjuangan dan kesabaran saya membuahkan hasil. Di Sabtu sore yang cerah, di bulan April 2010, tiba-tiba saya mendapat SMS dari nomor telepon tak dikenal. Ternyata dari salah satu editor majalah yang pernah saya dikirimi tulisan. Dia memberitahukan bahwa tulisan saya akan dimuat di majalah X Edisi Juni 2010. Dia juga memberitahukan besarnya honor yang akan saya terima, dan meminta saya agar mengirimkan foto-foto beresolusi tinggi secepatnya. Saya bahagia tak terkira mengetahui hal tersebut. Pasalnya, majalah yang akan memuat tulisan saya adalah salah satu majalah bergengsi di Indonesia. Apalagi honornya cukup besar, di luar bayangan saya. Saya pun tak sabar ingin segera melihat tulisan saya nampang di majalah. 

Dua hari kemudian, saya mendapat email dari editor majalah yang pernah saya kirimi artikel juga. Majalah ini juga termasuk salah satu majalah bergengsi di Indonesia. Dia memberitahukan bahwa tulisan saya akan dimuat di majalah Edisi Juni 2010. Dia juga meminta saya agar mengirimkan foto-foto beresolusi tinggi secepatnya. 

Saya pun meloncat kegirangan. Saya tak pernah menyangka bahwa dua tulisan saya akan dimuat di dua majalah di satu bulan yang sama. Benar-benar rezeki tak terduga bagi saya. Rasa percaya diri saya yang sempat mengendur pun kembali pulih. Saya semakin semangat jalan-jalan dan menuliskan pengalaman jalan-jalan tadi menjadi sebuah artikel lagi kemudian mengirimkannya ke berbagai majalah. Majalah yang saya kirimi artikel juga semakin banyak. Setiap majalah yang memuat rubrik jalan-jalan (traveling) saya kirimi artikel. Dan seperti biasa, ada yang mau memuat artikel saya dan ada pula yang tidak memberi jawaban. 

Tak terasa, sudah hampir lima tahun saya menjalani aktivitas menulis dan mengirimkan artikel ini. Saya pun sangat menikmati aktivitas ini walau kadang-kadang rasa malas juga menghampiri. Sampai saat ini (Maret 2015), hampir setiap bulan artikel saya menghiasi berbagai majalah. Majalah dan tabloid yang memuat tulisan saya pun semakin banyak (18 media). Memang sih, kadang ada satu atau dua bulan artikel saya absen di majalah. Namun, pernah juga dalam sebulan, tiga artikel saya dimuat di tiga majalah yang berbeda. Semoga ke depannya saya semakin produktif menulis sehingga tulisan saya lebih banyak lagi menghiasi majalah, koran, dan tabloid di Indonesia.

Berikut beberapa majalah yang pernah memuat tulisan saya :
1. ANNISA

 

 

2. CHIC

    


3. CITA CINTA
 


 

4. GARUDA INFLIGHT MAGAZINE 
 

 

5. GRAZIA INDONESIA



6. JALAN-JALAN 

 

 

7. KARTINI

 

 

8. LIBURAN 

 

9. MY TRIP


10. PARAS


11. READER’S DIGEST INDONESIA 

 

12. SEKAR


 

13. THE JOURNEY



14. TRAVEL FOTOGRAFI



15. TRAVEL XPOSE



16. TRAVELWAN
Saya tidak sempat beli majalahnya, jadi tidak bisa memajangnya di sini. Padahal, foto karya saya dijadikan cover di edisi ini.
 
17. UMMI 

 

 

18. VENUE

 


 

 19. TABLOID PRIORITAS


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

16 Response to "SENANGNYA MELIHAT ARTIKEL DIMUAT DI MAJALAH"

  1. Achyie Sabang says:
    15 December 2014 at 11:30

    keren mas,, makasih atas inspirasinya,...

  2. Edyra Guapo says:
    17 December 2014 at 11:29

    Thanks udah mampir ke blog saya.

  3. Regina sari agustinne says:
    31 July 2015 at 14:37

    mas, kalo tidak keberatan boleh gak sharing gimana caranya kirim artikel ke majalah Chic, CitaCinta dan COLOURS nya Garuda Indonesia. Saya juga suka mengirimkan artikel traveling saya ke media cetak. Saya ingin sekali bisa tampil di majalah COLOURS salah satunya, tapi gak tau bagaimana cara mengirimkannya karena tidak tau alamat emailnya

    Thanks

  4. Edyra Guapo says:
    31 July 2015 at 15:36

    Caranya gampang kok. Tinggal tulis artikel sesuai gaya majalah yg dituju, terus kirim beserta foto2 pendukung (ukuran kecil/low resolution). Yang paling penting, pelajari dulu gaya penulisan majalah yg dituju, karena tiap majalah mempunyai gaya penulisan yg berbeda. Alamat email pasti tercantum di majalah tersebut. Udah banyak juga blog yg menulis alamat email majalah yg menerima artikel traveling, makanya aku tidak menulisnya. Kalo kamu mau, nanti aku inbox alamat emailnya.

  5. Regina sari agustinne says:
    31 July 2015 at 16:53

    kalo gak keberatan, boleh diemail ke sariregina@gmail.com

    Thank you ya mas sebelumnya

  6. Travel Life says:
    13 August 2015 at 13:32

    boleh donk aku di emailkan contoh2 tulisan kamu di berbagai media yang sudah pernah diterbitkan itu, hanya untuk mempelajarinya... maklum kerja freelance tidak bisa membeli berbagai macam majalah hehehe... thank you, email ke aku ya 2travellife@gmail.com

  7. Edyra Guapo says:
    13 August 2015 at 14:21

    Hampir semua tulisan yg dimuat di majalah ada di blog ini. Beberapa udah aku kasih keterangan "Dimuat di Majalah X" Kamu tinggal baca2 artikel di blog ini aja.

  8. dony prayudi says:
    6 September 2015 at 22:55

    wah keren. bolehkan saya mendapatkan alamat para editor itu mas. keren sekali. kalau memang boleh eko.dony.prayudi@gmail.com terimakasih sebesar besarnya

  9. Anisyah_n says:
    10 October 2015 at 21:18

    kalo emailnya majalah citacinta apa ya sista

  10. CHRISSCROSS says:
    17 November 2015 at 19:44

    Boleh donk di share alamat2 enail utk bs kontibusi ke majalah2nya mas

  11. CHRISSCROSS says:
    17 November 2015 at 19:45

    Kirim ke christian.natala@gmail.com

  12. I Kadek Sudresta says:
    20 April 2016 at 17:16

    Mas kalau boleh saya minta alamat email nya juga. Ya kalau boleh tolong kirim ke degusdede10@gmail.com makasi mas.

  13. Imtihanah says:
    7 October 2016 at 14:40

    aku juga mau dong alamat e-mail majalah2 tersebut. Kirim ke sini ya... mataharipagi54@gmail.com. Makasihhh

  14. nefri ryu says:
    7 November 2016 at 23:15

    Hai bang.. terinspirasi dg ceritanya. Saya dl jg pernah ditawarin ngisi halaman di salah satu media cetak lokal di Palembang (tmpt saya tgl).wkt saya berjalan2 3,5bln keliling bbrp provinsi.tp gak saya kerjakan,krn msh minim gadget(backpacker kere),hehe..
    Tp gmn bang soal pangsa pasar media cetak yg makin melesu. Apkh peluang utk penulis lepas utk mengisi kolom traveling itu msh ada? Bahkan, media cetak besar nasional aja ada yg gulung tikar,krn dibombardir dg media elektronik dan online. Mhon pencerahannya. Trims:)

  15. nefri ryu says:
    7 November 2016 at 23:24

    Hai bang.. terinspirasi dg ceritanya. Saya dl jg pernah ditawarin ngisi halaman di salah satu media cetak lokal di Palembang (tmpt saya tgl).wkt saya berjalan2 3,5bln keliling bbrp provinsi.tp gak saya kerjakan,krn msh minim gadget(backpacker kere),hehe..
    Tp gmn bang soal pangsa pasar media cetak yg makin melesu. Apkh peluang utk penulis lepas utk mengisi kolom traveling itu msh ada? Bahkan, media cetak besar nasional aja ada yg gulung tikar,krn dibombardir dg media elektronik dan online. Mhon pencerahannya. Trims:)

  16. green bubble says:
    14 April 2017 at 00:47

    halo kalau boleh bisakah dikirim alamat email redaksi Colours? saya mencari di majalahnya tapi tidak ketemu hehe.. tulisan saya baru tembus sriwijaya jadi ingin coba kr garuda hehe.. email saya water.will.blow@gmail.com terimakasih

Post a Comment