BANDARA-BANDARA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR



Nampang sejenak di Bandara Frans Seda, Maumere

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang mempunyai bandar udara (bandara) terbanyak di Indonesia. Hampir semua kabupaten di wilayah NTT mempunyai bandara. Maklum, kondisi geografis NTT yang terdiri dari ratusan pulau, mengharuskan NTT membangun banyak bandara untuk mempermudah hubungan dengan daerah lain. Tak heran kalau sampai saat ini (2014), di seluruh wilayah NTT terdapat 14 bandara yang semuanya beroperasi (aktif).

Empat belas bandara yang dimiliki NTT tersebar di seluruh wilayah NTT, baik di pulau-pulau besar/utama, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) maupun pulau-pulau kecil (Lembata, Rote, dan Sabu). Dari 14 bandara tersebut, 1 bandara berstatus bandara internasional, yaitu Bandara El Tari yang berada di Kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, dan 13 bandara lainnya berstatus bandara domestik. Sebagian besar bandara tersebut merupakan bandara perintis, dengan panjang landas pacu di bawah 2.000 meter. Berikut 14 bandara yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bandara Internasional El Tari, Kupang

1.     Bandara Internasional El Tari, Kupang (KOE)
Bandara ini merupakan satu-satunya bandara internasional di NTT. Namun saat ini tidak ada penerbangan internasional dari dan ke bandara ini. Berada di Kota Kupang, Pulau Timor, bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter dan lebar 45 meter. Meski berada di ibu kota provinsi, fasilitas di bandara ini standard (biasa) saja. Bentuk bangunan terminalnya pun sangat sederhana (tidak mengesankan) tanpa ada ciri khas NTT selain adanya Sasando (alat musik dari Pulau Rote) di depan di apron bandara.
Bandara A.A. Bere Tallo, Atambua

2.     Bandara A.A. Bere Tallo, Atambua (ATB)
Bandara domestik ini berada di Atambua, Kabupaten Belu, Pulau Timor. Kabupaten Belu merupakan kabupaten paling timur di Provinsi NTT yang berbatasan dengan Negara Timor Leste. Dulunya bandara ini bernama Bandara Haliwen. Namun, sejak 2013 bandara yang mempunyai panjang landasan pacu 1.400 m dan lebar 30 m ini diubah menjadi Bandara A.A. Bere Tallo, untuk menghargai jasa Bupati Pertama Kabupaten Belu, A.A. Bere Tallo.

Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan gedung terminal yang megah dan modern
3.     Bandara Komodo, Labuan Bajo (LBJ)
Bandara Komodo merupakan gerbang masuk ke Pulau Komodo sekaligus gerbang masuk ke Pulau Flores di sebelah barat. Bandara dengan panjang landasan pacu 2.150 m dan lebar 30 m ini berada di Labuan Bajo, kota di ujung barat Pulau Flores, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Bandara Komodo merupakan bandara termegah dan termodern di Nusa Tenggara Timur mengalahkan Bandara El Tari di Kupang. Gedung terminalnya cukup besar dan bergaya futuristik. Sayangnya, tidak ada sentuhan khas daerah di bandara ini. 

4.     Bandara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG)
Bandara ini dulunya bernama Bandara Satar Tacik. Sejak tahun 2010, nama bandara ini diubah menjadi Bandara Frans Sales Lega untuk menghargai jasa Bupati Pertama Kabupaten Manggarai, Frans Sales Lega. Bandara domestik ini memiliki panjang landasan pacu 1.300 m dan lebar 30 m.

5.      Bandara Soa, Bajawa (BJW)
Bandara Soa berada di Desa Soa, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores. Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu 1.400 m dan lebar 23 m. 

Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende
6.    Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende (ENE)
Bandara di Ende, Flores ini merupakan salah satu bandara paling berbahaya di dunia. Bandara yang menjadi gerbang masuk ke Danau Kelimutu ini mempunyai landasan pacu sepanjang 1.650 m dengan lebar 30 m dan dikelilingi laut, gunung serta perkampungan penduduk. Di ujung timur landasan membentang Laut Flores, di sebelah kiri/selatan landasan terdapat Gunung Meja yang berdiri menjulang, dan di ujung barat landasan berupa tebing dengan pemukiman padat penduduk di atasnya. Jadinya, setiap pesawat yang akan mendarat atau tinggal landas hanya bisa melalui landasan pacu sebelah timur.

Bandara Frans Seda, Maumere

7.     Bandara Frans Seda, Maumere (MOF)
Bandara di Maumere, Kabupaten Sikka ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 m dan lebar 30 m sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737. Dulunya bandara ini bernama Bandara Waioti tapi sejak tahun 2012 namanya diganti menjadi Bandara Frans Seda, untuk menghargai jasa Frans Seda, tokoh nasional dari Maumere yang memiliki jasa besar bagi kemajuan Kabupaten Sikka.

Bandara Gewayantana, Larantuka

8.     Bandara Gewayantana, Larantuka (LKA)
Bandara Gewayantana terletak di ujung timur Pulau Flores, tepatnya di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu 1.400 m dan lebar 30 m. Meskipun gedung terminalnya sangat kecil dan fasilitasnya sangat sederhana, Bandara Gewayantana merupakan salah satu bandara favorit saya karena pemandangan di sekitarnya sangat indah. Tak lain berkat adanya Gunung Ile Mandiri yang berdiri gagah di sebelah barat bandara dan Selat Adonara di sebelah timur bandara. Selain itu, taman bunga yang berada di antara gedung terminal dan apron juga semakin mempercantik penampilan bandara.

 
Bandara Wunopito, Lewoleba

9.     Bandara Wunopito, Lewoleba, Pulau Lembata (LWE)
Bandara Wunopito merupakan bandara domestik yang berada di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Bandara di Pulau Lembata ini mempunyai panjang landasan pacu 1.200 m dan lebar 23 m sehingga hanya bisa didarati pesawat kecil jenis Fokker 50, Casa, dan Cessna. Bandara mungil ini juga mempunyai panorama menawan karena letaknya persis di pinggir pantai dan dikelilingi gunung, selat, dan teluk kecil. Dari bandara ini, kita bisa melihat Gunung Ile Ape di sebelah utara dan Gunung Ile Boleng di sebelah barat (Pulau Adonara).

Bandara Mali, Pulau Alor

10.  Bandara Mali, Kalabahi, Pulau Alor (ARD)
Bandara Mali berada di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor. Bandara di Pulau Alor ini mempunyai panjang landasan pacu 1.600 m dan lebar 23 m. Bandara ini letaknya di pinggir pantai, jaraknya sekitar 17 km dari Kota Kalabahi. Bandara Mali juga merupakan bandara favorit saya di NTT karena pemandangan di sekitarnya sangat menakjubkan. Teluk biru, pulau kecil, dan deretan perbukitan mengepung bandara ini, membuatnya sedap dipandang mata.
 
Bandara Tambolaka, Tambolaka, Sumba Barat Daya

11.  Bandara Tambolaka, Tambolaka (TMC)
Bandara Tambolaka berada di Tambolaka/Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya. Bandara di Pulau Sumba ini mempunyai landasan pacu sepanjang 2.200 m dan lebar 45 m. Gedung terminalnya mengadopsi rumah adat khas Sumba yang bentuknya mirip Joglo. Saat ini (Oktober 2014), Bandara Tambolaka masih dalam tahap pembangunan/pengembangan. Nantinya setelah pembangunan selesai, Bandara Tambolaka akan menjadi salah satu bandara termegah dan termodern di NTT. 

Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Sumba Timur
12.  Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP)
Dulunya, bandara ini bernama Bandara Mau Hau. Sejak tanggal 28 Mei 2009, nama bandara ini diubah menjadi Bandara Umbu Mehang Kunda untuk menghargai jasa Bupati Sumba Timur periode 1999-2004 dan 2005-2010, yang meninggal dunia pada tanggal 2 Agustus 2008. Bandara di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur ini mempunyai landasan pacu sepanjang 1.850 m dan lebar 30 m. Bandara ini termasuk salah satu bandara yang berbahaya karena tak jauh dari ujung landasan terdapat sebuah sungai dan tebing yang cukup tinggi. Jadi, pesawat yang akan mendarat ataupun tinggal landas pasti memulainya dari ujung landasan yang lainnya agar lebih aman.

Gedung terminal lama Bandara D.C. Saudale, Pulau Rote
 
Gedung terminal baru Bandara D.C. Saudale, Pulau Rote
13.  Bandara D.C. Saudale, Ba’a, Pulau Rote (RTI)
Bandara David Constantijn Saudale (D.C. Saudale) berada di Kota Ba’a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao. Dulunya bandara di Pulau Rote ini bernama Lekunik, tapi sejak tanggal 2 Maret 2010, namanya diubah menjadi Bandara D.C. Saudale. Bandara yang berjarak sekitar 7 km dari Kota Ba'a ini mempunyai panjang landasan pacu 900 m dan lebar 23 m. Saat ini (Oktober 2014), Bandara D.C. Saudale sedang direnovasi total. Landasan pacunya diperpanjang menjadi 1.650 m, gedung terminalnya dibangun baru di dekat gedung terminal lama, dengan bentuk bangunan yang lebih modern dan ukuran lebih besar.

 Bandara Tardamu, Pulau Sabu

14.  Bandara Tardamu, Seba, Pulau Sabu (SAU)
Bandara Tardamu berada di Kota Seba, Kabupaten Sabu Raijua. Bandara di Pulau Sabu ini mempunyai panjang landasan pacu 900 m dan lebar 23 m. Bandara ini hanya bisa didarati pesawat kecil semacam Casa, Cessna ataupun Twin Otter. Saat ini, hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Tardamu, yaitu Susi Air dengan pesawat Cessna Grand Caravan 208, dengan kapasitas penumpang hanya 12 orang. (edyra)***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

5 Response to "BANDARA-BANDARA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR"

  1. Dexo Sky says:
    30 October 2015 at 04:48

    Walaupun kecil, tapi cocok lah untuk keluar pulau :D

    Salam kenal bro :D Simul Media

  2. Edyra Guapo says:
    30 October 2015 at 10:09

    Salam kenal juga. Ya, yang penting transportasi antar pulaunya lancar.

  3. Nida ul hasanah says:
    3 September 2016 at 16:28

    salam kenal. saya mau ke maumere. kemudian berencana ke danau kelimutu dan kembali ke Jakarta lagi. untuk transportasi bagaimana rute perjalanan sebaiknya?

  4. Aminto Tano says:
    14 October 2016 at 02:08

    Dari jakarta ke bandara ngurah rai bali, lanjud sama pesawat ke bandara frans seda maumere. Trus sama travel dari maumere ke ende.. pulangnya dari bandara ende ke bandara ngurah rai bali, lanjud sama pesawat ke jakarta

  5. Edyra Guapo says:
    14 October 2016 at 07:42

    @Nida Ul Hasanah : Rutenya sebaiknya begini, pesawat Jakarta - Denpasar - Maumere. Dari Maumere sewa kendaraan atau naik bus/travel ke Kelimutu. Baliknya bisa lewat Ende atau balik lagi ke Maumere, terus terbang ke Denpasar - Jakarta.

Post a Comment